Breaking News

Tanggapi Keputusan Irwan Fikri Mundur Dari Wakil Bupati Agam, Nofrizon : Kalau Gentleman Jangan Tunggu SK Mendagri, Langsung Angkat Koper


Tabloidbijak.co (Lubuk Basung) - Anggota DPRD Sumbar Fraksi Demokrat, Nofrizon menyayangkan perihal mundurnya Irwan Fitri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Agam. 

Terlebih lagi alasan mundurnya Irwan Fikri ini lantaran tidak sejalan lagi dengan Bupati Andri Warman. 

Ini membuat Anggota DPRD Sumbar tiga periode itu terkejut seperti disampaikannya kepada rekan-rekan wartawan di salah satu rumah makan di Lubuk Basung, Minggu (21/5/2023). 

Awal mendengar hal itu Nofrizon langsung menghubungi Bupati Agam menanyakan perihal mundurnya Irwan Fikri. 

"Dengan nada kecewa bupati mengatakan beliau tidak diberi tahu Irwan Fikri baik melalui telpon maupun datang menemuinya dan langsung saja masukan surat ke DPRD Agam," ucap Nofrizon menirukan apa yang disampaikan Bupati Andri Warman kepadanya. 

Seharusnya menurut Nofrizon, Irwan Fikri itu kalau mau mundur "datang tampak muka, pulang tampak punggung" membicarakannya baik-baik dengan bupati. 

Baginya ini kurang elok dan ada tujuan politik karena kalau tak sejalan, kenapa baru sekarang dibilang. 

"Dari kacamata saya sendiri melihat bahwa saat ini tahun politik dan orang mau Pemilu, Jadi, jangan pengaruhi masyarakat dengan berbagai hal perspektif penilaian. 

Dikatakan, kalau mundur, seharusnya berhenti langsung dan tidak ikut lagi menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Agam. 

"Kalau gentleman menyatakan tidak sejalan lagi dengan bupati dan berpegang teguh pada prinsip, Irwan Fikri harus menyatakan mundur dan langsung angkat kaki dari Pemkab Agam sebelum SK Mendagri sebab yang memberhentikan Kepala Daerah itu melalui SK Mendagri," ujarnya. 

Jangan nanti beralasan menunggu surat dari Mendagri, karena prosesnya sangat lama dan memakan waktu berbulan-bulan. Mulai dari DPRD Agam, ke Gubernur, Dirjen Otomomi daerah, diperiksa Inspektorat, baru Kemendagri. 

"Keluar atau tidak keluar SK Mendagri saya mulai hari ini mundur, kembalikan aset daerah, itu baru sportif," katanya. 

Saya mencurigai mungkin ada tujuan politik lain, sebab jika tidak nyaman, mana mungkin bupati menggandengnya menjadi wakil bupati. 

"Kalau ingin menggantikan saya, karena saya mau pindah partai sebab Pemilu kemarin perolehan suara Irwan Fikri dibawah saya, atau karena saya telah menyatakan tidak maju bersama Partai Demokrat pada Pemilu mendatang, seharus inilah yang disampaikan ke bupati," katanya. 

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa ia layak menyampaikan hal ini, lantaran, pertama ia  warga Agam yang ber KTP Agam yang kedua ia adalah Anggota DPRD Sumbar tiga periode Dapil Agam-Bukittinggi. 

"Walaupun bukan satu partai dengan Bupati Agam Andri Warman, tapi saya prihatin melihat kondisi yang terjadin. Kita boleh bernafsu tapi jangan dikendalikan nafsu," ungkapnya. 

No comments