Bersiap Menjadi Nagari Creative Hub, Paninggahan Datangkan Supri Ardi — Kreator Digital AI Disabilitas Kabupaten Solok untuk Mengubah Pola Pikir Pemuda
Tabloidbijak.co - Aula Kantor Wali Nagari Paninggahan tampak hidup Rabu siang itu. Kursi terisi penuh, wajah-wajah muda memperhatikan panggung dengan antusias. Sebuah langkah besar tengah dimulai: Nagari Paninggahan bersiap menjadi Nagari Creative Hub, pusat gerakan kreatif pemuda menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan pelatihan bertajuk “Peran Pemuda dalam Pembangunan Nagari di Era Persaingan Global dan Perkembangan Digital” ini menghadirkan tokoh-tokoh nagari dan narasumber profesional yang berkomitmen membangun kapasitas generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
Hendri Dt Nan Rancak — Ketua BPN Paninggahan
Arpan Suhadi — Ketua Pemuda Nagari Paninggahan
Edi Warmi — Kasi Kesra Kecamatan Junjung Sirih
Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, M.TA — Akademisi
Juf Rizal — Sekretaris Nagari Paninggahan
Pendamping desa
Perangkat Nagari
Serta puluhan peserta pelatihan
“Zaman Sudah Berubah HP Jangan Merusak Masa Depan”
Dalam sambutannya, Hendri Dt Nan Rancak, Ketua BPN Paninggahan, menegaskan bahwa teknologi hari ini bergerak sangat cepat dan tidak bisa dihindari.
“Zaman sekarang sudah berubah. HP itu cerdas, tapi jangan biarkan HP merusak masa depan ananda semua. Gunakanlah untuk hal bermanfaat, jangan disalahgunakan.”
Pesan ini mengingatkan generasi muda bahwa teknologi adalah alat, bukan penguasa hidup.
Pemuda Diminta Bijak dalam Bermedia Sosial
Senada dengan itu, Arpan Suhadi, Ketua Pemuda Nagari Paninggahan, menegaskan bahwa percepatan teknologi bukanlah hal yang bisa disepelekan.
“Waktu kami dulu sekolah, teknologi belum seperti ini. Sekarang setiap minggu bahkan setiap hari perkembangan teknologi berubah. Saya minta adik-adik bijak bermedia sosial. Jangan salah gunakan. Dengarkan materi nanti dengan serius.”
Arpan menekankan bahwa kecerdasan digital kini bukan pilihan lagi, tetapi kebutuhan dasar generasi masa depan.
Supri Ardi, Kreator Digital AI Disabilitas: “Generasi Muda Harus Melek Teknologi dan Cuan Digital”
Narasumber utama, Supri Ardi, S.Kom, M.I.Kom, seorang ASN Disabilitas yang dikenal sebagai creator edukasi AI, tampil dengan materi yang langsung menyentak perhatian peserta.
Supri Ardi yang sebelumnya juga terlibat sebagai penyunting buku tokoh Tanah Datar menyampaikan pentingnya literasi digital, adaptasi AI, dan peluang ekonomi dari media sosial.
“AI itu bukan masa depan, tapi masa kini. Mau tidak mau, kita harus beradaptasi. Generasi muda harus cerdas bermedia sosial jangan salah guna.
Ada peluang cuan lewat program affiliate, konten digital, dan personal branding. Ini kesempatan anak nagari.”
Ia menegaskan bahwa literasi digital adalah bagian dari tanggung jawab moral bersama, sekaligus bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengabdian kepada Masyarakat.
Para peserta tampak antusias saat Supri Ardi memaparkan cara mendapatkan penghasilan dari media sosial secara etis dan kreatif.
Akademisi Tekankan Keamanan Data: “Jaga Password, Jaga Masa Depanmu”
Materi dilanjutkan oleh Yendi Putra, S.Kom, M.Kom, M.TA, akademisi yang fokus pada literasi digital dan keamanan siber.
Dalam pemaparannya, Yendi menekankan bahwa keamanan data merupakan isu serius di era digital:
“Data adalah aset. Jangan sampai disalahgunakan. Ganti password secara berkala dengan kombinasi karakter. Jaga data, jaga masa depan.”
Penyampaian tersebut berhasil membuka wawasan para peserta tentang ancaman dunia digital modern.
Paninggahan Siap Menjadi Nagari Creative Hub
Penutup acara disampaikan oleh Juf Rizal, Sekretaris Nagari Paninggahan.
“Kami berterima kasih kepada pemateri dan seluruh peserta. Paninggahan siap menjadi Nagari Creative Hub untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kami berharap dukungan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ini tidak bisa instan. Tapi bila terus berlanjut, akan melahirkan generasi emas nagari.”
Langkah berani Paninggahan menjadi nagari berbasis kreativitas digital menjadi bukti bahwa pembangunan nagari tak lagi hanya soal fisik, tetapi juga pembangunan pola pikir generasi muda.
Dengan perpaduan antara pemuda, perangkat nagari, akademisi, dan kreator digital, Paninggahan sedang menapaki jalan baru: menjadi pusat kreativitas dan inovasi anak nagari.
Nagari kecil, mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045.

No comments