Breaking News

Indonesia Tidak Kekurangan Orang Baik: Supri Ardi, Kreator Disabilitas dan Inisiator IMLG–RTIK Sumbar, Galang Donasi Lebih dari Rp10 Juta dalam Waktu Kurang dari 24 Jam


Tabloidbijak.co - Di tengah duka bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, sebuah pesan sederhana kembali terbukti benar: Indonesia tidak pernah kekurangan orang baik. Saat banyak saudara kita kehilangan rumah, sawah, ladang, infrastruktur bahkan nyawa, justru pada momen-momen inilah muncul sosok-sosok yang bekerja dalam diam, digerakkan oleh hati nurani, bukan sorotan kamera.

Di saat banyak mata tertuju pada kerusakan yang ditinggalkan bencana, ada sosok inspiratif yang bergerak tanpa sorotan, bekerja dengan hati, dan mengajak banyak orang untuk peduli: Supri Ardi, seorang kreator disabilitas sekaligus mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Lembah Gumanti (IMLG) periode 2015–2016.

Dengan panggilan nurani, Supri Ardi mengoordinasikan penggalangan bantuan untuk korban bencana bersama IMLG dan Relawan TIK Sumatera Barat. Yang mengagumkan, dalam waktu kurang dari 24 jam sejak dibuka pada Jumat sore, 4 Desember 2025, donasi yang masuk telah melampaui Rp10 juta.

Penggalangan dana yang dilakukan secara daring tersebut mendapat respons luas. Mahasiswa, masyarakat sipil, perantau, ASN, hingga pejabat kementerian dan lembaga ikut menyumbang tanpa diminta. Gerakan solidaritas ini hadir begitu cepat, menunjukkan bahwa di tengah duka, kepedulian justru tumbuh lebih kuat.

Ketua IMLG, Ade Saputra, memastikan bahwa semua donasi akan diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana.

“Bantuan ini titipan amanah dari banyak hati baik. InsyaAllah kami akan menyalurkannya secara langsung pada Selasa, 9 Desember 2025,” ujarnya.

Ketua RTIK Sumbar, Yendi Putra, mengungkapkan bahwa gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan kemanusiaan.

“Teriris rasanya melihat kondisi saudara-saudara kita. Ini saatnya kita saling menguatkan, saling bahu-membahu. Kebaikan seperti ini tidak menunggu kaya atau terkenal—ia datang dari hati,” tegasnya.

Gerakan spontan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sejati tidak mengenal pangkat, jabatan, atau latar belakang. Ia muncul dari mereka yang mampu melihat kesusahan orang lain dan merasa bertanggung jawab untuk membantu, sekecil apa pun caranya.

Open donasi ini akan ditutup pada Senin, 8 Desember 2025, dan seluruh bantuan akan segera disalurkan ke lapangan.

Di tengah gelombang bencana, kisah seperti ini hadir sebagai cahaya. Membuktikan bahwa selama masih ada orang-orang yang peduli, Sumatera Barat dan Indonesia akan selalu punya harapan.

No comments